Rabu, 27 November 2013

Tentang Opa

Akhirnya opa (panggilan kami kepada beliau) itu beristirahat selamanya, setelah sekian tahun menderita penyakit.
Melihat tubuhnya terbaring kaku di peti jenazah.. lembaran-lembaran masa lalu kembali terkuak. Kenangan bersama opa. Kami sebenarnya tidak cukup dekat, bahkan mungkin opa tidak mengingat nama saya.. tetapi kesan yang diberikan tertanam sangat dalam di ingatanku.
Opa beberapa kali mengajak kami ( saya dan teman-teman perawat) untuk melawat ke daerah-daerah yang terpencil. Dasarnya saya suka jalan, dengan senang hati menemani opa melawat. Membuat KKR, charity clinic tentu saja ramai-ramai dengan teman lain, sehingga opa tidak begitu mengingat nama saya. Tidak apalah...
Opa ini juga terkenal sangat murah hati.. mengadakan charity clinic atau pengobatan gratis dengan biaya sendiri. Opa juga memiliki banyak anak angkat yang berasal dari daerah yang tinggal di rumah opa dan disekolahkan. Opa juga seorang yang sabar dan tabah, merawat istrinya yang telah menderita stroke selama puluhan tahun dan hanya dapat duduk di kursi roda dengan kasih.
Seperti yang rasul Paulus  katakan dalam Filipi 1:21 "Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan,." Opa selama 85 tahun, hidup dalam dunia yang fana ini, menghadapi segala pergumulan hidup, berjalan tak henti  untuk mencari jiwa. Lelah.. tentu saja.
Dan ketika Tuhan berkata:"Saatnya untuk beristirahat", opa pun menutup matanya. Selamat beristirahat opa, sampai jumpa lagi saat maranatha..


Tidak ada komentar: